Catatan Sang Nabi

Cintaku tertinggal di Malaysia eh..di Tasik Malaya

Posted in Hiburan by Trasmianto on 11 November 2009

lrg-217-tasikmalaya-indonesia_01perjalanan kali ini ku pilih memakai celana kolor yang agak panjang dikit (hampir menyentuh lutut) walaupun awalnya aku berniat pake celana kolor kesayangan yg lumayan jauh menggantung diatas lutut, pilihan penerbangan pun kali ini agak sedikit berkelas. tepat pukul 11.30 aku berangkat ke jkt dan 1,5jam berikutnya pesawat boeing 737 sdh landing dg sempurna di bandara soekarno-hatta. Tas gendong dan kaos oblong sedikit memberi kesan santai dan familiar di lingkungan bandara yg penuh dg hiruk pikuk manusia. pelan tp pasti aku melangkah keluar bandara menuju antrian taxi dan bus bandara yg datang silih berganti, seperti dugaanku beberapa sopir taxi mulai mencecarku dg petanyaan dan ajakan “santai aja bos gw mo nyari makan dulu” begitu jawabku seolah sdh benar2 familiar dg suasana terminal 1b bandara soekarno-hatta, yg unik ada seorang bapak2 yg datang menghampiriku dan menunjukan sebuah benda dg tujuan menjualnya padaku dan aku yakin itu ‘tangkur buaya’ mungkin si bapak itu fikir aku hidung belang yg suka jajan kali ya hahaha… Tangkur buaya ku lewatkan dg sebuah isyarat penolakan menggunakan telapak tangan, selanjutnya berhubung memang perut sdh menagih janji makan siang akhirnya langkahku terhenti di sebuah resto fast food aku lupa namanya tp posisinya tepat di samping pintu keluar terminal 1b, disitu ku pesan sekaleng cola dan sepiring siomay yg disajikan cukup modern dan sangat sedikit jauh lbh sdikit dari ukuran porsi makanku yg sebenarnya. harga yg dibayar utk itu semua senilai 35rb, sangat mahal utk ukuran siomay yg biasa ku beli di palangkaraya seharga 5rb. Tapi oke lah emang sdh hukumnya setiap makanan tradisional yg masuk resto pasti harganya jd berlipat-lipat.

Setelah tawar menawar dg sopir taxi ‘jakarta metro’ akhirnya kami sepakat utk mematikan argo dan menuju lebak bulus dg harga ‘borongan’ dan pukul 15.10 WIB aku baru bisa menjejakan kaki di terminal lebak bulus, setelah membayar peron di pintu masuk aku langsung menajamkan pandangan pada tulisan di loket, yg ku cari saat itu adalah bus jurusan banjar patroman akhirnya dg bantuan seorang pedagang asongan aku diantar ke loket bus Gapuraning Rahayu (GR) namun malang ternyata bus yg kumaksud baru berangkat sekitar jam 7 malam, seketika itu juga aku teringat kesepakatan awal dg perempuanku utk bertemu di tasik malaya, serta merta ku tanyakan pada penjaga loket “kalau ke tasik malaya ada gak bis yg langsung brangkat?” tanyaku dg penuh harap, “itu primajasa, naik aja langsung”jawab si penjaga loket sambil menunjuk bus yg sdh di isi penumpang. Singkat cerita aku langsung ambil posisi di dalam bus primajasa jurusan jkt – tasik malaya dan perjalanan panjangpun dimulai… (lagi…)