JANGAN PILIH CALEG “SILUMAN” by.Sigit wido (rakyat kalteng)

Posted on 23 Desember 2008. Filed under: Opini Bebas |

sigit-dasi1Hajatan besar 5 tahunan pesta demokrasi Indonesia
akan segera berlangsung. Pemilihan umum anggota
legislatif dan DPD akan dilaksanakan pada bulan april
2009. Mulai saat ini , rakyat harus bangkit untuk
lebih kritis dalam melihat fenomena yang muncul
disekitar kita. Jangan sampai rakyat kembali hanya
dijadikan objek politik bagi para caleg dan partai
politik. Saat ini ratusan caleg telah
”berhamburan” di tengah masyarakat, mereka sedang
berusaha memoles dirinya agar menarik di mata rakyat.
Perkembangan dunia pilitik negeri ini, lambat laun
telah menjadikan rakyat semakin pintar dan cerdas
dalam mengambil sikap politiknya, untuk itu jangan
mudah percaya dengan janji para caleg. Sekarang rakyat
harus mulai melihat track record seorang caleg, mari
kita kritisi dan hati hati sebelum menentukan pilihan.

Banyak caleg saat ini yang muncul, banyak diantara
mereka yang rakyat tidak tahu dan kenal sebelumya,
tidak jelas kiprahnya selama ini, lalu apa sebenarnya
yang membuat mereka ini nekad menjadi caleg ? hanya
memenuhi kuota, hanya aji mumpung karena kebetulan
dekat dengan pimpinan partai, hanya coba coba cari
pekerjaan baru atau merasa sudah menjadi tokoh ? ada
juga yang bilang bahwa mereka talah lama aktif
diberbagai organisasi, jadi menurut mereka sudah cukup
dijadikan media untuk mengeles, pertanyaanya, waktu
aktif di organisasi tersebut, pernahkan mereka
berteriak membela dan memperjuangkan hak hak rakyat ?
caleg yang seperti itu lebih cocok jika kita sebut
sebagai caleg ”karbitan” bisa juga menjadi caleg
”siluman”. Menjadi wakil rakyat adalah pekerjaan
berat, diperlukan pengalaman dan kemampuan.Bagaimana
jadinya nanti jika wakil rakyat kita banyak diisi oleh
orang orang yang mempunyai sifat hedon yang tidak
punya kualitas mumpuni dalam politik, maka yang akan
terjadi hanyalah kehancuran.
Mumpung itu belum terjadi, mari kita satukan tekad
untuk terus mengkritisi dan secara tegas menolak caleg
”karbitan” dan caleg ”siluman” tersebut. dalam
konteks ini tidak hanya caleg yang baru muncul yang
menjadi fokus perhatian rakyat melainkan kita harus
lebih waspada lagi terhadap orang yang pernah jadi
anggota dewan dan kembali mencalonkan di pemilu 2009
nanti. Mereka yang selama ini jadi anggota dewan, tapi
tidak jelas kontribusinya terhadap rakyat juga harus
mendapat sanksi sosial dari rakyat yakni tidak usah
dipilih lagi. Cirinya sederhana, kita lihat sekarang,
berapa banyak anggota dewan yang memperhatikan dan
bertanggung jawab terhadap konstituen dan kemajuan di
daerah pemilihannya ? contoh , dari beberapa orang
anggota DPR RI yang mewakili Kalteng, apa yang telah
mereka perbuat selama 5 tahun ini ? adakah karya nyata
dari mereka ? atau jangan jangan mereka ”tidur”
saja di senayan dan terlarut dengan fasilitas yang
super mewah yang memanjakan mereka ? realitas yag ada
justru banyak anggota dewan yang semakin kaya
sementara konstituennya semakin miskin, mereka hanya
menjadikan profesi wakil rakyat sebagai sarana untuk
merubah nasib saja, tidak lebih dari itu. Jika sudah
demikian, buat apa kita memilih mereka lagi untuk
mewakili kita ? kita patut khawatir, jangan jangan
mereka nanti hanya akan menjadi ”hantu” politik
yang bergentayangan kemana mana mencari mangsa untuk
memperkaya diri sendiri.
Terlepas dari semua itu, kita juga harus tetap
objektif, diantara 25 orang anggota dewan di kota
palangkaraya dan daerah lain serta 45 anggota dewan
tingkat provinsi, masih ada yang baik yang tulus
mengabdi menjadi wakil rakyat, ini juga harus menjadi
perhatian kita sebagai rakyat. Penyebab utama dari
berbagai persoalan yang terjadi saat ini adalah
kegagalan partai politik dalam melakukan fungsinya,
parpol saat ini hanya sebatas menjadi sarana
rekruitmen politik dan kendaraan politik saja,
sementara fungsi kaderisasi dan pendidikan politik
terabaikan. Moment pemilu 2009 kali ini dengan masa
kampanye yang panjang menjadi waktu yang tepat untuk
rakyat dalam menentukan sendiri nasibnya kedepan.
Biarkan parpol dan calegnya bergerilya dan mati matian
bersaing mendapatkan simpati rakyat saat kampanye, toh
pada akhirnya rakyat juga yang akan menentukan nasib
mereka. Selamat berjuang para caleg, berkampanyelah
secara santun dan terpuji. Hidup Rakyat…!!!

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: