POTRET SURAM DUNIA PENDIDIKAN KITA (by.tras)

Posted on 23 Desember 2008. Filed under: Opini Bebas |

Melihat dunia pendidikan yang semakin salah arah membuat saya bingung siapa sebenarnya yang bodoh guru dan dosen kita, pemerintah atau saya yang kurang pintar, atau mungkin memang bangsa ini belum siap punya orang2 seperti saya… hik hik hik hik… (narzis abissssss…..)

Begini bosss,,, coba kita fikirkan betapa konyolnya dunia pendidikan saat ini, pada kesempatan kali ini saya coba paparkan kekonyolan2 dunia pendidikan dan akibatnya.

Oke yah kita mulai dari waktu Sekolah Dasar (SD)
saya masih inget bener waktu dulu pertama kali di ajarin nulis, semua siswa harus menulis tepat di atas garis baris dalam buku gak boleh menggantung,miring, di corat coret apa lagi sampe terbalik, bahkan dilarang keras menulis pake ballpoint (harus pake pensil), bagi saya ini adalah sebuah kekonyolan yang nyata karena sebagai anak kecil yang punya segudang daya hayal dan kreatifitas saya merasa terbunuh dg aturan2 seperti itu mestinya siswa SD yang otaknya masih originil dibiarkan saja berkreasi mau nulisnya mereng kek, roboh kek, jungkir balik kek yang penting kan bacaan dan bentuk hurufnya bener, trus masalah gak bole nulis pake ballpoint, bagi saya itu mengajarkan siswa menjadi penakut dan ander estimit (gak usah protes emang tulisannya saya bikin ejaan indonesia kok,,) ngaku dech waktu SD dulu pernah disuruh guru nulis pake pensil dg alasan biar gampang dihapus kalo salah…iya kan iya dong..iya kan iya dooooong…
Dan yang mengejutkan lagi denger2 sampai sekarang mata pelajaran bahasa indonesia masih sering pake nama ‘budi’ dan ‘wati’ sbg pemeran utama dlm contoh kalimat, misalnya gini.. “Ini ibu budi, itu ibu wati” knapa gak diganti aja “ini ibu SBY, itu ibu JK” selain agar siswa kreatif juga setidaknya menambah wawasan bahwa SBY dan JK juga punya Ibu sama seperti kita jadi tidak ada alasan utk tdk bs jadi pejabat seperti mereka. yang tdk kalah konyolnya kalimat2 seperti “ibu pergi kepasar membeli sayur” dari dulu sampai sekarang saya belum pernah denger ada anak SD yang belajar BHS Indonesia dengan kalimat “ibu ke pasar menjual sayur” pokoknya parah anak kecil di ajarin saklek klek klek klek gak di beri kesempatan kreatif
Nah lalu apa akibatnya…
Yang pertama dan utama sebelum yang kedua (jadi ribet euy) adalah rasa minder, gak pd, dan takut melakukan hal2 yang tdk di perintahkan guru, hal2 semacam inilah yg menyuburkan mental cengeng, manja dan mental statis yg gak akan bergerak kalo gak disuruh. orang2 seperti ini gak cocok jadi pejabat, pengusaha dan pemimpin. (Opsss… buuukaan, bukan karena wetonnya selasa paing tapi memang yaitu tadi karena pendidikan yg konyol).
Jadi jangan heran kalau orang indonesia hobby bangetzzz jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena memang hanya pekerjaan semacam itu yg cocok utk kwalitas pendidikan kita saat ini.

Supaya gak kebanyakan tulisannya kt langsung bahas waktu di SMP s/d SMU, disini lagi2 otak kita dijejali dg perintah utk menghafalkan rumus2 kalau menurut saya mestinya pada usia ini siswa harus sdh diajarkan bagaimana cara menemukan rumus meskipun rumus yg ditemukan sama dengan rumus aslinya yang penting tdk nyontek walaupun sebenarnya nyontek adalah salah satu bentuk kreatifitas (kalo gak ketauan, kalo msh ketauan brati blum kreatif) Intinya lebih baik memahami daripada menghafal.

Pada jenjang selanjutnya seorang siswa bermetamorfosa menjadi mahasiswa dan disinilah proses finishing yang menentukan sebatang besi jadi pisau dapur atau pedang khalifah perang. Celakanya kwalitas pendidikan di perguruan tinggi kita masih sibuk memproduksi pisau dapur ketimbang pedang, saya menghargai upaya utk memberikan kebebasan mahasiswa dalam bertindak dg membiarkannya memakai pakaian bebas saat kuliah dan menentukan sendiri mau berapa tahun lulusnya (walaupun ada juga universitas yg masih menerapkan sistem D.O) namun demikian apakah hanya cukup dg itu saja??? Kabar buruknya zaman saya kuliah dulu masih sering ketemu dosen yg melarang mahasiswanya berambut gondrong,pakai kaos oblong,sandal dsb dsb,, di fakultas saya dulu itu memang nyata ada,, nama dosennya sebut saja kumbang …eh kecakepan… sebut saja kambing🙂 padahal kalo difikir2 apa hubungannya mata kuliah sama rambut apalagi sama sandal,, secara mahasiswa kan bukan anak SD getoo lohh..! Hidup mahasiswa !!! (wah wah wah jadi ngelantur nih)
Mengutip kata2 HM.Riban satia (khusus yg belum tau >>> doski adalah walikota palangkaraya jek atau klik disini atau disono ) dalam sebuah pelatihan pengkaderan di HMI dia bilang mahasiswa sekarang lebih banyak mengedepankan kemampuan akademis ketimbang kemampuan sosial padahal kemampuan akademis tdk banyak digunakan dlm kehidupan bermasyarakat. Walaupun dia tidak kenal saya, dan saya juga males sok kenal sok deket sama dia tapi dalam hal ini saya menyetujui ungkapannya.

Semoga tulisan ini dapat menjadi referensi para pelaku pendidikan dalam melakukan proses belajar mengajar,trims mungkin ada komentar, silahkan…

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “POTRET SURAM DUNIA PENDIDIKAN KITA (by.tras)”

RSS Feed for Blog Pejuang Comments RSS Feed

hmm… tulisannya menarik juga brother…
memang kondisi pendidikan qt dahulu persis yang bro gambarkan…
tapi seiring dengan waktu, pola pengajaran akan berubah… liat aja sekarang guru-guru memakai kurikulum KTSP. kurikulum yang terbaru dan didalamnya ada partisipasi guru/daerah untuk membuat muatan2 yang disesuaikan dengan kondisi karekteristik daerah masing….

menjadi guru juga sekarang bukan hal yang mudah, dan bukan pelarian lagi… guru-guru akan di sertifikasi. kemudian diberikan tunjangan profesionalnya… saya yakin kedepan kualitas pendidikan kita akan meningkat lebih baik lagi…

apapun opini bro ttg guru, saya tetap menghargai guru.. karna perdana menteri, presiden, forofesional2, dan pemimpin2.. semua bermula dari pengajaran dan pendidikan oleh orang yang bergelar guru…

wassalam…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: