BELAJAR DARI KESUKSESAN BARACK OBAMA

Posted on 23 Januari 2009. Filed under: Review | Tag:, , , , , |

obama Malam itu di sebuah kamar kos berukuran 3 x 4 meter tepat dihadapan layar TV hitam putih 14 in dengan ditemani secangkir kopi dan beberapa batang rokok saya tidak henti-hentinya berdecak kagum menyaksikan kesuksesan Obama sebagai presiden terpilih amerika serikat ke-44 yg dilantik 21 januari lalu.
Barack Hussein Obama bagi saya adalah fenomena politik yang layak dijadikan pembelajaran dalam upaya menuju demokrasi seutuhnya, sebuah proses yang layak dijadikan sumber inspirasi dalam meraih sukses politik. Bagaimana tidak, Obama telah memutarbalikkan fakta, dia mampu menjadi tonggak sejarah perubahan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi Negaranya, Empat tahun yang lalu, publik AS hanya duduk dan mendengar setiap kalimat pidatonya dari suatu tempat ke tempat lainnya. Publik yang semula tak menyukai dirinya, kini harus melihat kenyataan yang terbalik 180 derajat.
Saya rasa Abraham Lincoln, kini bisa nyenyak dalam ‘tidur panjangnya’. Juga Martin Luther King Jr. Lincoln, mantan presiden AS itu, 45 tahun lalu, berjuang untuk membebaskan kalangan kulit hitam. Obama pun merujuk pada perjuangan yang sama, yang pernah dilakukan Martin Luther King. Dia menjadikan isu rasisme sebagai strategi kampanye

Alih-alih berbicara tentang obama seorang teman saya pernah berkelakar disebuah cafe (lebih tepatnya di warung kopi Mpo endun,,,hehehee..he..he..), dia bilang begini “..coba tanyakan kepada warga di pedesaan “siapa Wiranto ?” mungkin mereka akan bingung menjawabnya, tapi jika ditanya “siapa Barack Obama?” mereka akan langsung menjawab dengan lantang Presiden amerika ke-44..” itulah barack obama, barack yang dalam bahasa arab berarti “yang di berkahi”. dia bukan hanya terpilih menjadi Presiden Amerika, lebih dari itu Barack Obama adalah presiden dunia, mungkin itu salah satu jawaban mengapa jutaan orang dari seantero Amerika datang memenuhi Washington DC saat pelantikan Obama, mereka ingin menjadi saksi hidup dalam sejarah Amerika, saksi perubahan yang selalu menjadi jargon politik Obama si presiden dunia.

Pada postingan kali ini saya tidak akan menulis tentang hingar bingar pelantikan dan sumpah Obama yang diulang di Gedung Putih, saya justru ingin mengajak para pembaca khususnya politikus Kota Palangkaraya dan para Caleg yang akan bertarung pada pemilu legislatif 2009 untuk sedikit membuka mata dan belajar dari suksesnya seorang kulit hitam yang menjadi presiden di negara kulit putih, Obama adalah putra dari laki-laki kulit hitam asal Kenya dan seorang ibu kulit putih asal Kansas. Membaca sejarah hidup obama yang juga sempat tinggal di Indonesia bahkan di isukan pernah menganut islam mengikuti agama ayah tirinya (lolo soetoro)
Saya jadi berfikir apa jadinya jika Amerika menganut faham ‘Putra Daerah’, jangankan untuk jadi presiden, mungkin untuk jadi ketua RT saja tampaknya hal yang sulit bagi seorang Obama (heheheee..hehehe…)

Berikut ini beberapa faktor yang mendorong suksesnya obama pada pilpres Amerika, semoga dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca khususnya teman saya Daryana,SE yang sedang berjuang untuk meraih suara terbanyak di pemilu legislative 2009 ini.

1.Melek Teknologi
Sejarah mencatat Obama akan kemampuannya membuat keputusan yang benar dengan menggunakan pengaruh teknologi, terutama internet. Dia digembar-gemborkan oleh media sebagai presiden internet karena kuatnya kampanye yang dilakukannya melalui internet. Dalam social networknya ada jutaan orang yang menjadi temannya, pencapaian ini belum pernah dilakukan oleh kandidat manapun.

Dengan kemampuannya menggunakan teknologi membuat Obama terasa dekat dengan para pendukungnya. Hal ini terjadi hanya dengan kemauannya untuk menginvestasikan dirinya untuk melek teknologi.
Poin pentingnya : Teknologi bukan sesuatu yang statis, teknologi bergerak dengan sangat cepat. Jadi melek teknologi adalah sebuah investasi yang penting bagi kesuksesan Anda.
Jangan jauh-jauh membandingkan obama dengan calon presiden kita, bandingkan saja dengan caleg khususnya di kota palangkaraya, sudah melek teknologi kah mereka? Asal anda tau saja saya sering bertemu dengan pejabat yang bertanya ke asistenNya untuk sekedar mengirimkan SMS. Fuhhh…

2.Posisikan diri sebagai orang besar.
Masih ingatkah anda ketika media memblow up cerita tentang anak Sarah Palin yang hamil diluar nikah, Obama tidak banyak komentar. Bahkan komentarnya pun tidak negative. Seorang yang memposisikan diri sebagai orang yang besar, tidak akan pernah mengalahkan lawan dengan merendahkan mereka. Dia menghormati lawannya. Saat Obama mendengar kabar tersebut, dia hanya berkomentar,”Ibu saya juga melahirkan saya waktu berumur 18 tahun.”
Sungguh respon yang hebat. Hal tersebut jarang dimiliki oleh seorang yang berkecimpung dalam politik. Obama tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk menjatuhkan Palin, namun dia menyamakan kejadian tersebut dengan dirinya. Pantas jika simpatisannya bertambah.
Poin pentingnya: Karakter adalah investasi yang paling mahal dan berharga. Tanpa karakter yang baik, posisi dan kekayaan Anda tidak berharga. Pastikan, dalam posisi apapun Anda, diri Anda memposisikan diri sebagai orang besar yang berkarakter mulia.
Lalu bagaimana dengan caleg kita jika menemukan aib rival politiknya..??????

3.Merekrut orang yang lebih baik dari dirinya
Pilihannya untuk menjadikan Joe Biden sebagai rekan kerjanya sungguh pilihan yang matang. Joe lebih berpengalaman dan seorang yang sukses dalam bidangnya. Ini adalah sebuah strategi politik yang membuat partainya labih kuat dalam pemilu kemarin.
Poin pentingnya : Seorang yang sukses memastikan bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya adalah orang-orang yang berkualitas. Dia tidak takut tersaingi, namun percaya dan mengelola hubungan dengan mereka untuk mencapai kesuksesan yang besar.

Anda bisa mencapai sukses dalam bidang apapun, dengan cara yang benar. Barack Obama telah membuktikannya. Anda hanya perlu strategi, pengetahuan dan kerja keras. Investasikan diri Anda pada hal-hal yang penting diatas.

Hmmmm.. kurang lengkap rasanya jika saya tidak menampilkan foto-foto Keluarga Obama,

obama-2 Obama berpose bersama neneknya, Sarah, ketika pertama kali mengunjungi Afika tahun 1987.

obama-6 Obama berpose bersama kakek dan neneknya, Stanley dan Madelyn, di Columbia University, New York, saat sang kakek dan nenek mengunjunginya ke sana.

obama-7 Obama bermain ditepi pantai bersama kakeknya, Stanley Armour Dunham.

obama-8 Dari kiri kekanan : Kakek Obama (Stanley), ibu kandung Obama (Ann Dunham), adik tiri perempuan Obama (Maya Soetoro) dan Obama berfoto bersama pada awal tahun 1970 an.

obama-10 Barack Obama (ketika itu berusia 5 tahun) berpose bersama ayahnya di bandara Honolulu, ketika sang ayah mengunjungi ibunya dan Obama di Hawaii.


obama-16 Obama berfoto bersama keluarganya di kediaman mereka di Jakarta. Dari kiri ke kanan : Ayah tiri (Lolo Soetoro), ibu kandung (An Dunhan), adik tiri (Maya Soetoro) dan Barack Obama. Setelah ibu Obama bercerai dengan ayah Obama, kemudian ibunya (Ann Dunham) menikah lagi dengan seorang manager suatu perusahaan minyak berkebangsaan Indonesia bernama Lolo Soetoro yang pada saat itu sedang tugas belajar di University of Hawaii.

Tahun 1967 Lolo Soetoro balik ke Indonesia bersama An Dunham dan Obama, dan bermukim di Jakarta di mana adik tirinya (Maya Soetoro) dilahirkan dari pasangan Lolo Soetoro dan Ann Dunham. Empat (4) tahun kemudian, ibunya mengirim balik Obama ke Hawai (tahun 71 an) untuk dibesarkan oleh kakek neneknya, orang tua Dunham. Kini Lolo Soetoro dan Ann Dunham (ibu kandung Obama) sudah tiada (almarhum).

obama-241 semasa kuliah di Fakultas Hukum Columbia University

Sementara itu aja boss, semoga ada manfaatnya…

coment please,,,,,

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “BELAJAR DARI KESUKSESAN BARACK OBAMA”

RSS Feed for Blog Pejuang Comments RSS Feed

Sayangnya saya adalah salah seorang yang kecewa pada obama… sebelumnya (dulu waktu kampanye) saya berharap jika ia terpilih sebagai presiden akan bisa bersifat objektif terhadap permasalahan timur tengah, terutama palestina. Namun yang terjadi sungguh sangat mengecewakan.

Saat berkunjung ke tel aviv ia pernah berujar : “Seandainya rumah saya dihujani roket, maka saya juga akan melakukan seperti apa yang Israel lakukan (agresi besar-besaran…)”.

Hm… tapi apakah Obama sadar bahwa rumah yang ia tinggali itu merupakan rumah yang direbut secara paksa dari pemiliknya yang sah ??? Dan sang pemilik rumah yang sah itu dibiarkan hidup terlunta-lunta di kamp-kamp pengungsian. Namun itu semua masih belum cukup. Sang pemilik rumah yang sah itu ternayata masih harus menerima perlakuan anarkis, ia dihujani dengan pukulan-pukulan telak diwajahnya, dan ketika ia berusaha membalas pukulan itu dengan sedikit kekuatan dan hanya meleset mengenai sedikit pipi sang pembajak rumah, maka sang pembajak berteriak kepada semua orang bahwa sang pemilik rumah yang sah ingin membunuhnya…

Dan hal ini terbukti juga setelah Obama terpilih menjadi presiden. Dalam pidatonya ia mengatakan akan selalu mendukung dan berkomitmen penuh pada setiap aksi dari Israel. Pidatonya penuh dengan peng-kambinghitaman terhadap Hamas dan rakyat Palestina. Serangan roket Hamas yang ‘hanya’ menewaskan 13 orang dan sebagaian besarnya adalah tentara zionis dikutuk berulang-ulang. Namun kekejian dan aksi terorisme yang sangat jelas tergambar di depan mata kita (apa mungkin juga dimatanya???) tak ada disinggung sama sekali.

Sebenarnya siapa yang brutal, anarkis dan berperan sebagai teroris???

Mas tras says :
Hmmm.. Terimakasih Ya Bang sudah berkunjung ke blog saya, seperti yg pernah saya utarakan saat diwawancari beberapa TV rusak dan majalah sobek (hehehehee..hehe…he..) saya mengagumi obama bukan karena kebijakan politisnya (krn memang blm terbukti) saya mengagumi mas obama karena perjuangan,strategi dan karakternya dalam berpolitik. Tapi ngomong-ngomong gravatar abang boleh juga..hihihihihi…hihi..

saya setuju dengan tulisan mas tras, tapi untuk kalimat pembukanya itu kebohongan publik. saya tidak setuju !
“…Malam itu di sebuah kamar kos berukuran 3 x 4 meter tepat dihadapan layar TV hitam putih 14 in…bla..bla..bla…” itu bohong besar mas, jangan mengada-ada lah, masa HPnya saja E90 koq TVnya 14 in hitam putih lagi,,,

he…aneh2 ya org ngomentari tulisanmu jo..ada yg sangkal jua ternyata lwn obama.tuk yg sangkal , OBAMA bukan malaikat bung.ada jua yg padah kam keramput, hayoo kam ceng.kalau aku malah udh lama banget kenal ama Oh..BAMA, ga percaya ? cb tanyakan ke anak2 PMKRI,pasti mrk kenal sama dia.he2.

lucu jua komentar yuda yudith tu kecil tapi bikin greget, he…he… belum jadi politikus dah ketahuan ngeramputnya, he…he… lam kenal lah buat mas daryana, se. moga sukses selalu (kawan HMI Unpar)

respon trasmianto :
saya ralat deh…. begini “malam itu disebuah apartemen didepan tv 29 inchi sambil menghisap cerutu kuba merk romeo julieta ditemani sebotol jhony walker …bla..bla..bla.. ” hehehehehe… keren kan???


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: