Mungkin yang ini judulnya “antara aku kau dan istrimu”

Posted on 14 Juli 2009. Filed under: Opini Bebas |

Saya sadar besok harus kerja karena kurang dari 1 jam lagi saya sudah berada di hari senin (insya allah) tapi rasanya kurang pas kalau saya tidak memuntahkan pikiran yg mengganjal di otak, tadinya saya pengen ngobrol tapi karena disini tdk ada siapa2 dan daripada saya di cap ‘sinting’ oleh tetangga mendingan saya muntahkan lewat tulisan…

Beberapa menit yg lalu saya dapat telepon dari teman SMA saya dikampung yg kebetulan dulu dia putus sekolah..ya..alasannya klise, sama seperti alasan kebanyakan orang Indonesia lainnya. . . betul sekali “gak ada biaya”, di telepon dia banyak cerita tentang kegelisahannya bahkan saya menangkap ada kekecewaan terhadap kondisinya saat ini. Awalnya saya gak tau persis apa tujuannya menelepon saya, tapi setelah dia bercerita tentang mahasiswa dari kota yg sedang KKN dikampung kami, saya jadi tau kalau dia sedang minder, gelisah dan takut menghadapi masa yg akan datang, dia takut tidak bisa survive dengan pendidikannya yg minim.

Mendengar curhatnya the virgin eh temen saya, saya jadi ingat beberapa nama besar seperti John Major, yang drop out SMU tapi pernah jadi perdana menteri Inggris, Amadeo Peter Giannini yang pendiri Bank of America, yang juga nggak selesai SMA, Rigoberta Menchu Tum, sebut saja ‘Munir’-nya Guatemala, yang pernah meraih Nobel Perdamaian 1992, saya juga jadi inget orang kayak Abraham Lincoln dan Adam Malik, terakhir dan yg paling saya inget adalah Thomas Alfa Edison ‘yg nemu’ listrik yg juga drop out bahkan saking o’on-nya doi sering dikeluarkan dari kelas. Nah… Kembali ke teman saya yang dari kampung tadi, kalo gak salah hitung ada sekitar 5 atau 6 kali dia bilang “saya kan gak sekolah tinggi kayak kamu” dalam hati saya bilang “sumpah ! Saya dulu kuliah karena terpaksa daripada saya pulang kampung dan ketemu cewek yg nolak cinta saya yang sekarang jadi istri kamu” untungnya itu cuma dlm hati, kalau saya ucapkan wah bisa ribet… Itu khan rahasia antara saya dan istrinya…tapi rasa itu cuma ada jaman dulu…loh..duluuuuu…duluuuuu banget, mudah2an pesbuk belum masuk ke kampung saya ya…semoga…!

Tadinya saya kira teman saya ini sudah lupa dengan nama Thomas Alfa Edison si penemu listrik, niat saya sih mau kasih contoh org sukses gak harus sekolah tinggi, tapi pas saya tanya “kamu tau thomas alfa edison kan?” sontak dia jawab “apa judul pilemnya???” wah … Dalam hati saya bilang lagi, bener ternyata dia sudah lupa !!! Saya bilang “untuk sukses cuma perlu ketekunan, tidak perlu sekolah tinggi apalagi kalau ukuran sukses itu ‘uang’ cukup dengan kerja keras dan piawai mengelola uang nabung nabung… niscaya kamu sukses”, gitu saya bilang…bener khan…???. Dia nanya lagi, gimana mau nabung lha wong untuk makan aja masih kurang.. Saya dengan sedikit nada tinggi menjawab…”ya berarti kamu harus kerja lebih keras lagi..!!! biar uang kamu tambah banyak dan bisa ditabung, nanti kalau tabungan kamu sudah banyak kita bicarakan lagi mau diapakan uang tabungan kamu itu” sebenarnya saya mau sarankan agar dia berinvestasi di emas batangan, mekanismenya gampang pertama kumpulin dulu uang nanti kalau sudah cukup untuk beli emas batangan dalam ukuran terkecil (10gram) baru dibelikan emas yg saya maksud itu. Tapi ahh..momentnya gak tepat, saya pun mengurungkan niat itu toh saya fikir masih ada kesempatan lain untuk membicarakannya secara offline.

Oya sedikit tentang emas batangan. . .

Seperti biasa Ini menurut saya, sekali lagi menurut saya yang gak pernah kuliah di fakultas ekonomi, emas adalah satu-satunya yg tidak tergerus arus inflasi jadi nilai jualnya ndak bakal turun walaupun dijualnya 10 atau 20 tahun lagi, beda dengan ngumpulin duit di deposito atau dibawah kasur, lalu kenapa harus emas batangan, PERTAMA. . . Emas batangan tidak dikenakan biaya pembuatan/upah, beda dg emas yg sudah di cetak jadi kalung,cincin, anting de el el. Makanya kalau anda ibu-ibu yg sering jual emas pasti harganya turun antara Rp.5000 s/d Rp.10.000 per gram, nah itu utk ngganti upah bu..jadi jgn nyolot kalo harga kalungnya turun ya bu ya…pissss…. Yang KEDUA. . . . Investasi di emas batangan selain jauh dari riba’ juga jauh dari riya’ kecuali anda-anda mau ngalungin emas batangan di leher, iya kalo cuma segram dua gram, nah kalo udah sekilo. . . Wah bisa dibayangin sendiri lah gimana jadinya kalo leher digantungin emas sekilo.

Teman saya tadi yang dari kampung mana ya….??? Iya deh kembali ke teman saya tadi.

Yang mengganjal di fikiran saya adalah, kenapa orang masih berfikir sukses itu ditentukan oleh pendidikan yang tinggi…??? Sejauh ini saya tidak mendapatkan korelasi antara kekayaan dan pendidikan, bagi saya pribadi pendidikan hanya memberikan semacam identitas intelektual secara formal, ya gampang nya ngomong formalitas intelektualitas gitu lah, atau dalam bahasa yg lebih sederhana lagi pendidikan itu selembar ijazah… Ini menurut saya loh… Terserah menurut anda apa, plisss deh jangan terlalu melankolis dalam menterjemahkan selembar ijazah. Saya tidak menyalahkan orang-orang yang bilang ijazah itu adalah bukti kerja keras, bukti perjuangan dan sebagainya dan sebagainya… Saya pun punya kok ijazah walaupun sudah lupa dimana narohnya. Saya juga sangat menghargai ijazah sama seperti anda, setidaknya ijazah saya sudah mengantarkan saya ke Indomobil group. (khusus untuk pembaca yg karyawan Indomobil Finance: di belakang kata indomobil sengaja saya tambahin ‘group’ karena di lembar laporan saldo dana pensiun saya tertulis “Nama dana Pensiun : Dana Pensiun Indomobil Group”) hehehe… Daripada di protes sesama karyawan.

kalau pendidikan di korelasikan dengan kesuksesan financial saya memang tidak setuju, tapi kalaow pendidikan di korelasikan dengan kecerdasan normatif itu saya sepakat. . . 1000% saya setuju ! Dan sekali lagi kecerdasan normatif juga tidak ada hubungannya dengan kesuksesan financial, ngemeng-ngemeng masalah kecerdasan normatif saya jadi ingat mas thomas… Maksud saya thomas alfa edison, sebagian orang menganggapnya dia menggunakan kecerdasan normatif dalam menemukan listrik, tapi bagi saya tidak, justru Al (panggilan alfa edison) menggunakan kecerdasan intuitif, mungkin tidak banyak dari kita eh anda yg tau bagaimana awal mula Al menemukan listrik, setau saya dari beberapa sumber dan literatur yg dapat dipercaya Al menemukan listrik di awali saat suatu hari dia mengerami telur, Al pikir, dierami ayam menetaslah telur. Kenapa tak menetas pula bila yang tabah dan tekun nongkrong di atasnya itu manusia? Dari situ Al belajar soal suhu, lalu listrik. Dan seterusnya sampai akhirnya bocah drop out ini mengubah dunia yang semula menertawakannya. Nah . . . Kecerdasan intuitif yg saya maksud disini adalah proses bertanya ‘kenapa’ yg kemudian menjadi jawaban, bukan proses yg diawali dengan teori-teori, teori ini lah itu lah…sistematika ini dan itu sebagaimana ciri khas orang-orang normatif.

Jadi benar kata ahli pikir Yunani, Socrates, perbaikan keadaan tidak diawali oleh solusi. Perubahan ke arah kemaslahatan bersama justru kerap dan hampir selalu dimulai oleh pertanyaan. Berawal dari pertanyan-pertanyaan Al sekarang kita bisa menikmati listrik.

Sekian dulu tentang telur..eh.. Maaf maksud saya tentang teman saya yang istrinya dulu nolak cinta saya yang tulus suci bersih mempesona…argghhhhh..jadi ngaco.. Udahan dulu ya… c.U

Oh iya. . . Satu lagi ! Kecerdasan Normatif itu ruang lingkupnya sangat sempit, makanya saya termasuk yg menolak aturan presiden itu harus sarjana, belakangan saya juga jadi tau kenapa SBY jarang pake gelar akademisnya, ya jawabannya itu tadi normatifisme yang terkandung dalam gelar akademis itu tidak ubahnya seperti Tempurung (yg ngurung katak), membatasi, terbatas dan. . . Sempit ! Sedangkan presiden bukan cuma ngurusin masalah teori-teori ekonomi, atau azas-azas hukum doang… Yang diurusin banyak brouuuwww…

Udah ah… C.U

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: