PEREMPUAN BERTATTO (PART III)

Posted on 19 Juli 2009. Filed under: Hiburan |

saya agak sedikit heran, kenapa kupu-kupu ? Kenapa bukan elang, naga, atau tengkorak seperti tatto yang sering saya lihat di lengan kawan-kawan saya yang ngakunya ‘pejantan tangguh’ tidak dengan kupu-kupu, saya tidak pernah lihat ada ‘pejantan tangguh’ yang pake tatto kupu-kupu, perempuan bertatto inipun menjelaskan ke saya sambil sesekali tertawa mendengar komentar-komentar saya di tengah penjelasannya tentang kupu-kupu, seperti ketika dia bilang kupu-kupu itu adalah hewan yang inspiratif, memberikan banyak inspirasi untuk mengenali laki-laki, saya berkomentar tentang statementnya yang ini, saya bilang “kupu-kupu juga bisa bikin orang jadi populer loh” lalu dia bengong dan nanya “kok bisa?” saya jawab “tuh. . .sindentosca kan populer gara-gara kupu-kupu, kepompong !!!” saya liat dia tertawa uaaahhh..tawanya ngangenin…

Menurut perempuan bertatto ini, lelaki tangguh seperti kupu-kupu. Ia lahir dengan ketiadaan, lemah namun proses alamiah lah yang mengajarinya hidup, proses ketika ia hanya se ekor ulat kecil yang tak punya sayap berubah menjadi mahluk dengan sayap penuh warna, ia memiliki sayap indah tanpa bantuan siapapun, sayapnya bukan warisan dari orang tua kupu-kupu apalagi dari kakek atau buyut kupu-kupu, sayapnya adalah hasil dari jerih payahnya bertahan dari ancaman burung dan serangga yang siap menghabisi saat ia berproses, sampai disini saya mulai konsentrasi penuh mendengarkan penjelasannya dan yang menarik dari pembicaraan saya dengan perempuan bertatto ini adalah pengetahuannya tentang kupu-kupu seolah ia adalah seorang peneliti kupu-kupu profesional, hal ini sempat saya tanyakan, “kamu tau banyak tentang kupu-kupu, belajar dimana” dia menjawab “aku yakin tuhan selalu memberikan perumpamaan yang baik dan yang buruk, dan perumpaman yang baik tentang laki-laki ya ku temukan di kupu-kupu” hmmmm…saya bergumam, mungkin ini yang membuat naluri saya berkobar untuk mengenalnya di depan ATM, dia pemikir yang melankolis tapi realistis, oke.. Kembali ke penjelasannya tentang kupu-kupu, masih menurut perempuan bertaring eh..maaf maksud saya bertatto ini, dia katakan dengan tegas, laki-laki tangguh itu harus berani mengepakan sayapnya tanpa ragu-ragu dan tanpa takut terjatuh “coba perhatikan kupu-kupu, ia tidak pernah belajar terbang tapi saat ia yakin sayapnya sudah kering dan siap untuk terbang maka ia mengepakan sayapnya..dan ia pun terbang perdana tanpa ragu apalagi takut ataupun minder karena banyaknya kupu-kupu lain yang lebih senior dalam hal terbang menerbang” jujur bagian yang ini benar-benar membuat saya terkagum-kagum dengan filosofinya tentang kupu-kupu tapi saya berusaha sebisa mungkin menyembunyikan kekaguman saya agar dia tidak ge’er, karena setau saya maaf ya ini setau saya loh. . . biasanya perempuan kalau sudah merasa dikagumi maka kwalitasnya akan menurun, pemikiranNya tidak lagi cemerlang, mungkin karena dia akan memposisikan diri seperti seleb didepan fans-Nya jadi yang muncul bukan lagi rasio (baca : logika) tapi ego (baca: kepentingan), kebetulan saya laki-laki yang benci perempuan ‘sok seleb’ tapi saya yakin tidak semua perempuan punya sifat ‘sok seleb’ kok🙂

ketika kepentingan sudah ikut campur dalam sebuah perbincangan maka yang akan muncul biasanya adalah riak-riak kebohongan, tapi tidak dengan perempuan bertatto ini, saya merasa dia sedang curhat, dia sedang memuntahkan kebenciannya pada “cicak” dan menumpahkan segala kekagumannya pada “kupu-kupu” dalam kasus ini saya merasa harus menjadi pendengar yang baik, karena tampak jelas dari sorot matanya yang seolah mengatakan “plisss dengerin saya…” dari sorot matanya juga saya merasa ada yang ia sembunyikan, ia menyembunyikan sesuatu dan belum PeDe untuk menceritakannya ke saya, bahkan saya berfikir ia sedang menyimpan luka hati yang dalam yang mengajarinya mengenal “cicak” dan “kupu-kupu”, yah..saya sadar kok kami baru kenal bahkan belum sampai 1 jam, jadi wajar saja kalau dia belum brani “buka-buka-an” didepan saya. “lalu apa keistimewaan lain dari kupu-kupu, mnurut kamu” begitu tanya saya mengorek asumsinya, dalam hati saya siapa tau suatu saat saya bisa jadi kupu-kupuNya..hehehehe… “kupu-kupu tidak bisa melihat dirinya tapi ia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, beda dengan manusia, manusia justru cenderung melihat dirinya dulu baru mencari tempat yang sesuai dengannya, lihat saja kupu-kupu, dia ndak pernah milih-milih tempat yang sesuai dengan warna sayapnya, justru ia akan berusaha menyesuaikan warna sayapnya dengan tempat dimana ia hinggap” wah wah wah..bener seketika itu juga fikiran saya langsung lompat ke mahasiswa yang baru diwisuda dan dapat predikat sarjana, saya sering menyaksikan rata-rata mereka justru mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya bukan mencari ruang lain untuk belajar sesuatu yang baru, berbeda dengan kupu-kupu, Hmmmm..andai saja para sarjana itu bisa belajar dari kupu-kupu pasti bangsa ini sedikit bisa bernafas lega karena berkurangnya satu masalah bernama “pengangguran”. “ngomong-ngomong kamu punya tatto kupu-kupu nggakk” begitu tanya genit saya ke perempuan bertatto ini, dan dia menjawab “ada, tapi ditempat yang tersembunyi bukan untuk dipublikasikan seperti tatto cicak di kaki ku” saya melanjutkan pertanyaan genit tadi “boleh ndak kapan-kapan saya liat tatto kupu-kupu Mu…” . . .tobe continued. . .

Bolehkah saya melihat tatto kupu-kupu perempuan itu dan benarkah dia menyimpan luka hati yang dalam ? Ikuti terus ceritanya di “Perempuan bertatto part IV”

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “PEREMPUAN BERTATTO (PART III)”

RSS Feed for Blog Pejuang Comments RSS Feed


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: