Sinopsis “Pelangi Senja Di Langit Kalimantan”

Posted on 25 November 2009. Filed under: Review |

Dhirta Fahmisdy seorang mahasiswa keras kepala, idealis, mandiri dan aktif di berbagai organisasi kampus akhirnya luruh ditangan Marwa mahasiswi yang memiliki karakter jauh berbeda dengan nya, perjalanan cinta Dhirta dan Marwa berlangsung diwarnai dengan tangis dan tawa, moment-moment indah dan sedih mereka lalui bersama hingga Dhirta lulus kuliah dan bekerja di salah satu perusahaan swasta, namun setelah Marwa menyelesaikan studi S1 ‘benang’ cinta mereka mulai kusut karena Marwa harus melanjutkan kuliah S2 di kota yang berbeda. Disaat Dhirta larut dalam kesibukan pekerjaan disaat itu pula Marwa sangat membutuhkan sosok Dhirta yg selama ini selalu memberikan bahu untuk bersandar, namun jarak, waktu dan kesibukan Dhirta menjadi tembok yang menghalangi mereka hingga datanglah sosok Fadil yang mampu menggantikan Dhirta disaat Marwa membutuhkan sandaran untuk melepas beban. Kedekatan Fadil dan Marwa dibelakang Dhirta telah menumbuhkan cinta diantara keduanya hingga akhirnya Fadil pun memutuskan untuk berkenalan dengan orang tua Marwa, malang bagi Dhirta karena ternyata orang tua Marwa lebih simpati pada Fadil seorang pengusaha yang jauh lebih mapan dari Dhirta, hingga pada suatu hari Dhirta harus di kejutkan oleh sebuah SMS dari Marwa yg meminta Dhirta menjauh dari hidupnya karena ia akan segera menikah dengan Fadil. Dhirta pun tidak mau tinggal diam ia berusaha meyakinkan cintanya pada Marwa namun semua sia-sia karena Marwa telah terlanjur memberikan ruang hatinya pada Fadil

Luka Dhirta teramat dalam dan pedih namun Dhirta sadar hidup harus terus berlanjut, mimpi-mimpi menjadi orang sukses harus diwujudkan, janji-janji dan harapan membahagiakan orang tua harus dibuktikan. Dhirta kembali bangkit dan melangkahkan kaki meskipun bayang-bayang Marwa selalu menghantui hari-harinya.

Pada saat Dhirta terluka ia bertemu dengan Litta perempuan yang ia kenal lewat account facebooknya, harapan utk mengobati luka hatinya berkobar-kobar, Dhirta merasa bertemu peri penolong yg akan membalut lukanya dengan cinta, ia begitu yakin Litta mampu menggantikan Marwa. baginya Litta adalah tonggak baru untuk mengawali Jalan panjangnya menapaki hidup, dan kisah mereka pun dimulai dari hubungan online hingga pada akhirnya Litta yg telah bertunangan dengan lelaki lain memutuskan untuk membuat komitmen dengan Dhirta dan meninggalkan tunangannya, selanjutnya Litta meminta bukti cinta Dhirta dengan datang ke kotanya di Tasik Malaya, Dhirta menyanggupi dan ia pun berangkat dan bertemu dengan orang tua Litta. Berbagai harapan dan rencana hidup bersama dalam mahligai rumah tangga pun mereka bangun, pun kedua orang tua telah saling mengenal dan mengetahui keseriusan hubungan mereka. namun lagi-lagi Dhirta harus Terpuruk karena serta merta Litta berbalik arah dengan memutuskan untuk kembali pada tunangannya.

kembali Dhirta pada luka dan kembali pula ingatannya pada Marwa. Ditengah keputus asaannya pada cinta, hati kecil Dhirta berkata “tak akan ada perempuan yang mampu menggantikan Marwa”.

Ditengah kehampaan yang dalam Dhirta mencoba tetap berdiri tegak dan berlari mengejar mimpi-mimpi dan harapannya, hari-hari Dhirta dihabiskan untuk bekerja mengejar mimpi hingga pada suatu Maghrib selepas sholat ia bertemu perempuan bernama Nazwa yang sedang menunggu hujan reda di teras sebuah mushola, keduanya berkenalan dan menjalin hubungan pertemanan yg cukup dekat namun rasa cinta Dhirta benar-benar telah terkubur oleh duka yang di goreskan Marwa dan Litta. Berbeda dengan Dhirta, Nazwa diam-diam menaruh simpati pada Dhirta, perhatian dan simpati Nazwa pelan-pelan telah mampu menumbuhkan benih cinta walaupun sangat kecil dan jauh direlung hati Dhirta.

Diantara kekhawatiran dan kerinduan pada cinta dan diantara bayang-bayang masa lalunya dengan Marwa yg benar-benar ia cintai, Dhirta mulai merasakan getar-getar yang berbeda dihatinya. getar cinta dari Nazwa, meskipun Dhirta tetap tidak memiliki keberanian untuk mengakui dan mengungkapkannya.

Bagaimanakah kisah perjalanan cinta Dhirta fahmisdy selanjutnya akankah Nazwa mampu mengobati luka Dhirta ataukah mungkin sang maha cinta mengembalikan Marwa ke pangkuan Dhirta dan ataukah cinta Dhirta pada Nazwa harus berakhir lagi dengan luka yang dramatis, bagaimana pula akhir dari kerja keras dan idealisme Dhirta dalam menapaki jalan hidupnya.. Apa sebenarnya makna pelangi senja di langit kalimantan. Nantikan dalam novel ‘pelangi senja di langit kalimantan’ novel motivatif yg penuh inspirasi ditulis dengan bahasa yang lugas dan sederhana diwarnai visualisasi kalimat-kalimat puitis mengharu biru yang akan membawa anda larut dalam alur cerita, menceritakan tentang kekuatan harapan,impian semangat dan keyakinan dalam mengarungi samudera hidup yang penuh ketidakpastian. Novel ini saya dedikasikan untuk memicu semangat jiwa bagi setiap hati yang pernah terluka oleh cinta agar tetap berdiri tegak dan memacu langkah mengejar mimpi mewujudkan harapan dan membuktikan kwalitas diri dimata orang-orang yang pernah mencampakannya.

karena hidup tidak cukup hanya sekedar hidup, hidup adalah pembuktian !

Cooming soon on januari 2010๐Ÿ™‚

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Sinopsis “Pelangi Senja Di Langit Kalimantan””

RSS Feed for Blog Pejuang Comments RSS Feed

kunjungan pertama, salam kenal dulu dari ampah, bartim

salam kenal juga mas, trims sudah berkunjung

wah mesti ini your true story yup?…mudah di tebak. sabar ae bos..jodoh kan udh ad yg nentukan. so keep struggle…always n always

_________
Trasmianto, said:

Nggak juga, trims ya sdh berkunjung.๐Ÿ™‚


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: