Masih Tentang Weton

Posted on 5 Desember 2009. Filed under: Opini Bebas |

Pada tulisan sebelumnya saya membahas segala kelebihan dan kekurangan seseorang dengan weton selasa pon, agar tidak terjadi salah penafsiran dan menganggap tulisan saya ini berbau khurafat maka saya sarankan anda membaca dulu tulisan saya sebelumnya disini.

Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya kali ini saya akan membahas kelemahan yang cukup fatal bagi seseorang dengan weton selasa pon. Jika kelebihan yang paling menonjol bagi pemilik weton selasa pon adalah kemampuannya untuk berolah fikir maka kelemahannya yang fatal adalah kemampuan dalam mengendalikan perasaan, ia sangat lemah terhadap segala hal yang berkaitan dengan hati dan perasaan, ia mudah larut dalam suasana hati, jika perasaan sudah menguasainya maka ia akan tampak lebih emosional, dalam kondisi seperti ini langkah paling tepat untuk meluruhkannya adalah dengan membiarkan ia sendiri beberapa waktu untuk berfikir karena hanya fikirannya yg mampu mengendalikan dan menyadarkannya. Namun demikian ia tetap perlu waktu untuk memulihkan kondisi perasaannya pada titik normal. Beberapa orang yg kurang memiliki kemampuan cukup utk menyiasati kondisi perasaan akan bertindak irasional bahkan tidak sedikit yg kemudian terjebak dalam kesenangan-kesenangan sesaat yg merugikan.

Sosok dengan weton selasa pon akan terjebak dalam keterpurukan yang memilukan dan memalukan jika ia tidak bisa menyelaraskan antara fikiran dan perasaan, diperlukan keseriusan untuk mengalahkan perasaan yang kadang irasional. Fatal memang… Tapi begitulah adanya.

Dibalik kelemahan perasaannya, mereka yg memiliki weton selasa pon cenderung mudah memahami hal-hal yang berbau spiritual dan memiliki kecerdasan intuisi diatas rata-rata orang pada umumnya, namun demikian ia tetap memerlukan sosok pendamping yang mampu memberikan pertimbangan dan kelembutan untuk memahami fikiran dan perasaannya. Hal penting yang harus difahami dari seorang yg memiliki weton selasa pon adalah kesadaran atas kesalahannya akan pulih setelah ia berfikir dan ia tidak segan-segan untuuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Namun demikian jangan pernah memaksa orang dg weton selasa pon untuk mengakui sesuatu atau mendebat pada saat Perasaan/emosi masih menguasai dirinya. Biarkan dia sadar dengan sendirinya, ia bukan tipikal manusia yang bisa dikendalikan dengan kekerasan, perlu kesabaran dan kelembutan ekstra untuk membuatnya bertekuk lutut.

Sementara itu dulu ya…🙂

coment pleaseeee…

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Masih Tentang Weton”

RSS Feed for Blog Pejuang Comments RSS Feed

99.99% saya seperti itu


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: